You are currently viewing Jennifer Garner Bicara Terbuka soal Menjadi Ibu yang Bekerja

Jennifer Garner Bicara Terbuka soal Menjadi Ibu yang Bekerja

Exactnetworthe.com –¬†Jennifer Garner berbicara blak-blakan¬†tentang menjadi seorang ibu yang bekerja.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan koresponden tamu Access Hollywood, Zanna Roberts Rassi, ibu tiga anak ini merefleksikan tentang pengasuhan anak yang dia jalani.

Dia pun bercerita soal anak-anaknya yang menjadi bagian dari lini produk baru untuk perusahaannya, Once Upon a Farm.

Saat berbagi detail menarik dari produk baru Refrigerated Oat Bar’s dengan Access, Jen mengakui, ketiga anaknya terlibat dalam pengujian rasa.

“Jika mereka ada di sana, ya, mereka akan berkata, ‘Ibu, apakah itu inovasi baru di kulkas? Bolehkah kami mencobanya bersama ibu?”” kata Jen.

“Mereka punya rasa memiliki yang besar terhadap inovasi ini, ya.”

Wanita berusia 51 tahun ini lalu mulai membuka perasaan dan pandangannya tentang menjadi seorang ibu yang juga bekerja.  

Dia menyebut, kerap kali peran ganda sebagai ibu yang bekerja membuatnya panik dalam beberapa hal dan bisa saja menjadi buruk.  

“(Tapi) Ibu saya selalu berkata kepada saya ‘kamu adalah ibu mereka selamanya, jangan khawatir, kamu bisa melakukan pekerjaanmu.”

“Seandainya saya bekerja, saya akan menjadi ibu yang lebih baik. Anak-anakmu akan sangat bangga padamu,” ujar Jen meniru perkataan ibunya. 

“Dia selalu memberi saya landasan seperti itu,” kata Jen lagi.

“Alih-alih merasa seperti ‘saya tidak bisa menjadi seorang ibu karena saya juga bekerja, dan saya harus selalu merasa bersalah, lebih baik bersandar di mana pun kita berada setiap hari.”

“Seperti saat ini. Hanya berada di sini, dan ketika anak-anak muncul, kami akan bersenang-senang,” sebut dia.

Jen juga menyinggung soal apa yang ia rencanakan untuk kostum Halloween tahun ini, setelah dia pernah menjadi viral dalam beberapa tahun terakhir karena rencana-rencana epiknya.

“Kostum favorit saya ketika saya masih kecil adalah saat kelas 4 SD, ibu saya membuatkan saya wortel.”

“Setelah itu, saya tidak pernah melakukan apa-apa dengan ide itu. Tetapi saya baru saja berpikir dalam beberapa hari terakhir ini.”

“Saya ingin tahu apakah saya akan senang menjadi wortel lagi,” ujar dia.

Leave a Reply